7 Cara Ampuh Atasi Gumoh si Kecil

Si Kecil sering gumoh? Tenang Mamy, ini hal umum. Dengan cara yang tepat, gumoh bisa berkurang kok. Yuk kenali penyebabnya dan apa saja langkah mengatasinya!

Gumoh adalah kondisi yang sangat umum dialami si Kecil, terutama di usia 0–6 bulan. Biasanya terjadi setelah menyusu dan terlihat sebagai susu yang kembali keluar dari mulut si Kecil. Meski sering membuat Mamy khawatir, gumoh sebenarnya normal selama tidak disertai tanda bahaya seperti rewel ekstrem, berat badan sulit naik, atau muntah menyembur.

 

Untuk membantu Mamy menghadapi kondisi ini, penting memahami penyebab gumoh dan langkah-langkah yang bisa dilakukan agar si Kecil merasa lebih nyaman setelah menyusu.

 

Mengapa Mengatasi Gumoh si Kecil itu Penting?

Mengelola gumoh bukan hanya agar baju dan bedong tetap bersih, tapi juga penting untuk:

  • Mencegah ketidaknyamanan pada si Kecil, seperti perut kembung atau rewel.

  • Membantu si Kecil menyusu lebih optimal, karena posisi yang tepat mempengaruhi proses menelan.

  • Mencegah resiko aspirasi, yaitu masuknya cairan ke saluran napas.

  • Mendukung kenaikan berat badan si Kecil, karena gumoh berlebihan bisa mengurangi asupan.

Penyebab si Kecil Gumoh

​​​​Berikut beberapa penyebab umum gumoh pada si Kecil:

  • Katup lambung yang belum matang, sehingga susu mudah naik kembali.

  • Posisi menyusu tidak tepat, seperti kepala lebih rendah dari badan.

  • Terlalu banyak menelan udara saat menyusu.

  • Minum terlalu cepat atau terlalu banyak dalam satu waktu.

  • Si Kecil langsung dibaringkan setelah menyusu.

  • Refleks otot pencernaan yang masih berkembang.

Semua ini wajar pada si Kecil, dan kebanyakan akan membaik seiring pertumbuhan.

 

Cara Mengatasi Gumoh pada si Kecil

1. Pastikan Posisi Menyusu Tepat

    Biarkan kepala si Kecil lebih tinggi dari dada untuk membantu aliran susu lebih lancar dan mengurangi udara yang tertelan.

 

2. Sendawakan Si Kecil Setelah Menyusu

    Pegang si Kecil tegak selama 10–15 menit hingga ia bersendawa. Ini membantu mengeluarkan udara yang terperangkap di perut.

 

3. Beri ASI atau susu dalam porsi kecil tapi sering

    Porsi sedikit demi sedikit membuat lambung si Kecil tidak terlalu penuh.

 

4. Hindari Menggoyang atau Mengajak Bermain Setelah Menyusu

    Biarkan si Kecil tenang dulu 10–20 menit setelah minum agar susu tidak kembali naik.

 

5. Pastikan Perlekatan Saat Menyusu Benar

    Perlekatan yang baik mengurangi udara yang tertelan. Mamy bisa cek bibir si Kecil terbuka lebar dan tidak terdengar bunyi “klik”.

 

6. Posisi Tidur Miring atau Telentang yang Aman

    Saat tidur, si Kecil tetap harus telentang sesuai rekomendasi medis, tapi Mamy bisa memiringkan posisi sesekali saat menggendong setelah menyusu.

 

7. Gunakan Waktu Menyusu yang Tenang

    Lingkungan yang terlalu ramai atau si Kecil yang terlalu lapar bisa menyusu terlalu cepat dan menyebabkan gumoh.

 

Tips Tambahan untuk Mengurangi Gumoh

  • Gunakan popok atau pakaian yang tidak terlalu ketat di area perut.

  • Jika pakai botol, pilih dot dengan aliran susu sesuai usia si Kecil.

  • Perhatikan apakah gumoh disertai batuk, sesak, atau tidak naik berat badan, ini perlu konsultasi dokter.

  • Catat kapan gumoh sering terjadi untuk tahu pola dan penyebabnya.

  • Saat memberi MPASI (usia cukup), mulai dengan tekstur yang lembut dan mudah dicerna.

Gumoh adalah hal umum dan alami pada si Kecil, terutama di bulan-bulan pertama kehidupannya. Dengan memahami penyebab dan melakukan langkah-langkah sederhana seperti memperbaiki posisi menyusu, menyendawakan, memberi porsi kecil, dan menjaga si Kecil tetap tenang setelah makan, gumoh bisa berkurang secara signifikan.

 

Yang terpenting, selalu perhatikan tanda bahaya, jika gumoh disertai muntah kuat atau berat badan sulit naik, segera konsultasikan ke dokter.

 

 

Mamy yang baru melahirkan si Kecil juga tak perlu khawatir dan bingung untuk memilih popok terbaik untuk kulit si Kecil baru lahir, karena MamyPoko mempersembahkan perlindungan terbaik untuk kulit bayi baru lahir yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia MamyPoko Royal Soft Organic Cotton Lebih Cepat Kering dan Teruji Klinis 2X Lebih Baik Cegah Iritasi. Sehingga lebih aman untuk kulit si Kecil yang masih sensitif. Dilengkapi juga dengan inovasi baru Soft & Fit. Karet pinggang elastis memeluk lembut pinggang bayi, sehingga pas di badan untuk mengurangi resiko bocor belakang, nyaman dan bebas iritasi

 

Kenapa harus Organic Cotton?

  • Organic Cotton

    Kapas organik yang ditumbuhkan alami bebas kimia, lebih aman lebih lembut lebih ramah di kulit bayi. Kapas Organik bebas kimia ini terjamin keamanannya karena telah bersertifikasi 100% Organik. Lapisan Penyerap Ekstra Lembut MamyPoko Royal Soft yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi, dari 100% organic cotton, sehingga meski bersentuhan dengan kulit bayi Hampir sepanjang hari kulit bayi terlindung dengan lebih aman.

  • Lebih Halus Lembut

    Berdasarkan hasil uji kelembutan di Jepang serat kapas organik berkualitas terbukti lebih halus sehingga permukaan popok organic cotton lebih lembut dibanding dengan popok tanpa organic cotton. Karena bahan yang begitu halus lembut sehingga tidak menimbulkan gesekan di kulit bayi. Meski Bayi bergerak-gerak MamyPoko tetap memeluk kulitnya dengan sangat lembut, sehingga kulit si Kecil tetap terlindungi dari gesekan penyebab kemerahan.

Bagaimana Daya Serapnya?

  • Teknologi Speed Dry

    Berdasarkan hasil uji daya serap dengan kemiringan 45 derajat terbukti MamyPoko Royal Soft Organic Cotton langsung menyerap cepat & Extra Dry. Ketika pipis bayi diserap & kering seketika dengan teknologi Speed Dry, Kulit bayi terlindungi dari bakteri penyebab iritasi.

  • Perlindungan Extra Dry sampai 12 jam 

    Membuat kulit bayi tetap lembut bayi pun tumbuh sehat ceria tanpa terganggu iritasi.

Apakah Sudah Teruji Klinis?

  • Dermatologically Tested

    Berdasarkan hasil uji Dermatologi dibandingkan dengan popok tanpa Kapas Organik TERBUKTI MamyPoko Royal Soft Organic Cotton memiliki permukaan lebih lembut, cepat menyerap & Kering, sehingga 2X LEBIH BAIK MENCEGAH IRITASI di Kulit Bayi. Kualitas yang Teruji Klinis oleh para ahli Kulit memberi jaminan kualitas terbaik perlindungan kulit bayi.

Setelah memahami berbagai bahan popok bayi yang umum digunakan, Mamy dan Papy dapat membuat keputusan yang tepat dan cerdas untuk perawatan terbaik bagi kulit bayi baru lahir. Ingatlah untuk selalu memperhatikan reaksi kulit bayi dan bersiap untuk menyesuaikan pilihan bahan popok sesuai dengan kebutuhan, karena masing-masing bayi akan berbeda.

 

 

Mamypoko Royal Soft Wipes

 

Tissue basah dengan Cotton Lembut Berkualitas Terbaik untuk kulit bayi baru lahir.

30% Lebih tebal, lebih banyak air murni & Lebih Aman non Alkohol.

Membersihkan Selembut Kapas dalam sekali usap.

 

Keunggulan Mamypoko Royal Soft Wipes :

Air Murni

Kandungan Air Murni lebih banyak, rendah bahan kimia, lebih ramah di kulit lembut bayi.

 

Non Alkohol

Lebih Aman di kulit bayi

 

Serat Kapas Lebih Banyak

Tekstur Halus Lembut.

 

Japan Quality

Kualitas terbaik dari Jepang.

 

Varian Mamypoko Royal Soft Wipes : 

Mamypoko Royal Soft Fragrance : 20s, 50s

Mamypoko Royal Soft Non Fragrance : 20s, 50s 

 

 

Semoga info yang Poko bagikan kali ini bisa bermanfaat ya..

Yuk, share ke teman dan keluarga lainnya agar semakin banyak yang mengetahui tentang info ini.

 

• Bila ada topik yang Mamy inginkan untuk diangkat pada artikel MamyPoko yuk inbox usulan Mamy di FB MamyPoko Indonesia atau direct message di IG MamyPokoID

• Jangan lupa untuk bergabung di Pokojang Point Program untuk dapat hadiah sesuai pilihan

update : 26/12/2025

Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy, Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad, harap matikan fungsi Private Browsing. Harap diketahui bahwa membersihkan cookie akan menghapus halaman favorit yang telah didaftarkan.

Share on