Waspadai Ruam Popok, Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Mamy


​​Ruam popok adalah salah satu masalah kulit paling umum yang dialami Si Kecil,. Meski terdengar sepele, ruam popok bisa membuat Si Kecil tidak nyaman, rewel, bahkan mengganggu tidurnya. Banyak Mamy tidak sadar bahwa kebiasaan sehari-hari justru bisa memperparah kondisi ini.

Yuk, kenali beberapa kesalahan umum yang tanpa sadar sering dilakukan dan bisa memicu atau memperburuk ruam popok!

1. Terlalu Lama Membiarkan Popok Basah

Salah satu penyebab utama ruam popok adalah kulit yang terlalu lama terpapar urine atau feses. Jika popok tidak segera diganti setelah basah atau kotor, kulit Si Kecil akan lembap dan rentan iritasi.

 

Cara mengatasinya: Selalu cek popok secara berkala dan ganti setiap 2–3 jam sekali, atau segera setelah Si Kecil pup.

 

2. Membersihkan Area Popok Terlalu Kasar

Mamy kadang tergesa-gesa membersihkan area popok dan tanpa sadar menggosok kulit Si Kecil terlalu kuat. Padahal, kulit Si Kecil sangat sensitif dan mudah iritasi.

 

Cara mengatasinya: Gunakan tisu basah khusus bayi yang lembut dan bebas alkohol. Atau, bersihkan dengan air hangat dan kain lembut, tepuk-tepuk pelan, jangan digosok.

 

3. Menggunakan Produk yang Mengandung Bahan Iritan

Beberapa sabun, tisu basah, atau krim mungkin mengandung parfum atau alkohol yang bisa memicu iritasi kulit.

 

Cara mengatasinya:Pilih produk yang berlabel hypoallergenic, tanpa pewangi, dan sudah teruji untuk kulit Si Kecil.

 

4. Popok Terlalu Ketat

Memasang popok terlalu ketat bisa membuat kulit bayi lecet dan tidak bisa bernapas.

 

Cara mengatasinya: Pastikan popok terpasang pas, tapi tidak menekan kulit. Sisakan ruang sekitar satu jari agar bayi tetap nyaman.

 

5. Jarang Memberi “Waktu Tanpa Popok”

Kulit bayi juga butuh “bernapas”! Memakaikan popok terus-menerus tanpa jeda bisa memperburuk ruam.

 

Cara mengatasinya: Sesekali, biarkan Si Kecil tanpa popok selama beberapa menit agar kulitnya kering alami. Lakukan di atas alas tahan air agar tidak khawatir terjadi kebocoran.

 

6. Mengabaikan Tanda-Tanda Awal Ruam

Banyak Mamy baru bereaksi saat ruam popok sudah parah. Padahal, jika ditangani sejak awal, ruam bisa dicegah berkembang lebih buruk.

 

Cara mengatasinya: Perhatikan tanda awal seperti kemerahan ringan atau kulit yang tampak lebih sensitif. Segera oleskan krim pelindung seperti zinc oxide.

 

Ruam popok memang umum, tapi bukan berarti harus dibiarkan. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas dan memberikan perawatan yang tepat, kulit Si Kecil bisa tetap sehat dan bebas dari iritasi.

 

Jangan lupa, jika ruam tak kunjung membaik setelah beberapa hari, atau tampak semakin parah, segera konsultasikan ke dokter ya, Mamy!

 

Sebagai pelengkap perawatan harian, Mamy juga bisa memilih MamyPoko Pants Skin Comfort, popok celana lembut dengan All in 1 Skin Care dan Coconut Oil yang bantu menjaga kelembapan kulit serta mencegah ruam hingga 12 jam. Yuk, lindungi kulit si Kecil sejak dini dengan pilihan yang tepat!

Kenapa harus All in 1 Skin Care with Coconut Oil

  • Kulit si Kecil 3x Lebih Tipis 

    Lapisan kulit bayi 3x jauh lebih tipis dibandingkan dengan kulit orang dewasa sehingga terasa halus & lembut saat disentuh dan lebih sensitif. 

  • Butuh Perawatan Ekstra

    Kulit bayi sensitif terhadap ruam terutama di area pemakaian popok, yaitu bokong, lipatan paha dan sekitar alat kelamin yang tampak memerah. 

  • Bebas Iritasi & Kemerahan

    Penggunaan popok yang tidak sesuai untuk kulit bayi bisa memicu timbulnya ruam popok. 

  • Menjaga Kulit si Kecil Tetap Sehat

    Jaga kulit bayi di area pemakaian popok tetap kering dan gunakan popok dengan bahan lembut dan elastis untuk kulit bayi tetap sehat dan terawat. Permukaan popok dengan tambahan Coconut Oil dapat mencegah ruam popok.

Bagaimana Daya Serapnya?

Menyerap ekstra banyak, tahan lama hingga 12 jam membuat kulit bayi tetap lembut, sehingga bayi pun tumbuh sehat ceria tanpa terganggu iritasi.

 

Apakah Sudah Teruji Klinis?

Lolos uji klinis dermatologi tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Karet pinggang dan paha yang fleksibel mengikuti bentuk tubuh bayi.

 

 

Semoga info yang Poko bagikan kali ini bisa bermanfaat ya..

Yuk, share ke teman dan keluarga lainnya agar semakin banyak yang mengetahui tentang info ini.

 

• Bila ada topik yang Mamy inginkan untuk diangkat pada artikel MamyPoko yuk inbox usulan Mamy di FB MamyPoko Indonesia atau direct message di IG MamyPokoID

• Jangan lupa untuk bergabung di Pokojang Point Program untuk dapat hadiah sesuai pilihan

update: 18.08.2025

Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy, Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad, harap matikan fungsi Private Browsing. Harap diketahui bahwa membersihkan cookie akan menghapus halaman favorit yang telah didaftarkan.

Share on