6 Penyebab ASI Seret setelah Melahirkan

ASI seret setelah melahirkan? Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya agar menyusui kembali lancar dan nyaman!

Setelah melahirkan, banyak Mamy merasa khawatir ketika produksi ASI tidak langsung lancar. Padahal, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada hari-hari pertama pascapersalinan. Untuk memahami lebih jauh, mari kita bahas apa saja penyebab ASI seret dan bagaimana cara mengatasinya.

 

Mengapa ASI Bisa Seret setelah Melahirkan?

Produksi ASI dipengaruhi oleh faktor hormonal, kondisi fisik, hingga kondisi emosional Mamy. Berikut beberapa penyebab paling umum:

 

1. ASI Belum “Turun” (Delayed Lactogenesis II)

Pada banyak Mamy, peningkatan produksi ASI terjadi antara 48–72 jam setelah melahirkan. Jika lebih lambat, ASI mungkin terlihat sangat sedikit. Ini bisa terjadi karena:

  • Proses persalinan lama atau penuh intervensi
  • Operasi caesar
  • Perdarahan pascapersalinan
  • Hormon stres yang tinggi

2. Si Kecil Jarang Menyusu

Produksi ASI bekerja dengan prinsip supply and demand. Semakin sering si Kecil menyusu, semakin banyak ASI yang diproduksi. Jika si Kecil mengantuk atau sulit menyusu, suplai ASI dapat menurun

 

3. Pelekatan (Latching) yang Tidak Tepat

Pelekatan yang kurang baik membuat si Kecil tidak efektif mengisap ASI. Akibatnya, payudara tidak terstimulasi maksimal sehingga ASI menjadi lebih sedikit.

 

4. Stres dan Kurang Istirahat

Perubahan kondisi setelah melahirkan sering membuat Mamy stres atau kelelahan. Hormon stres (kortisol) dapat menghambat pelepasan hormon oksitosin hormon yang berperan dalam let-down reflex atau refleks mengeluarkan ASI.

 

5. Masalah Kesehatan Mamy

Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi produksi ASI, seperti:

  • Hipotiroidisme
  • Diabetes
  • Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
  • Obesitas
  • Riwayat operasi atau cedera pada payudara

6. Konsumsi Obat Tertentu

Beberapa obat dapat menurunkan produksi ASI, termasuk obat untuk alergi tertentu (antihistamin kuat), dekongestan, dan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen.

 

 

Bagaimana Cara Mengatasi ASI Seret?

Berikut langkah-langkah yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI:

 

1. Menyusui Sesering Mungkin

Usahakan si Kecil menyusu 8–12 kali sehari. Semakin sering payudara dikosongkan, semakin baik stimulasi produksinya.

 

2. Perbaiki Posisi dan Pelekatan

Pelekatan yang benar membuat si Kecil menyusu lebih efektif. Jika bingung, ibu dapat berkonsultasi dengan konselor laktasi.

 

3. Lakukan Skin-to-Skin Contact

Kontak kulit dengan si Kecil tidak hanya memperkuat ikatan, tetapi juga membantu merangsang hormon oksitosin.

 

4. Jaga Asupan Cairan dan Nutrisi

Pastikan Mamy cukup minum, makan bergizi, dan tidak melewatkan waktu makan.

 

5. Istirahat yang Cukup

Tidur ketika si Kecil tidur dapat membantu mengurangi stres dan kelelahan.

 

6. Rutin Memompa jika si Kecil Tidak Menyusu Optimal

Gunakan pompa ASI setiap 2–3 jam untuk menjaga suplai tetap terstimulasi.

 

7. Konsumsi Makanan atau Suplemen Laktasi (Jika Diperlukan)

Beberapa makanan seperti oat, daun katuk, fenugreek, atau almond diyakini membantu meningkatkan ASI.

 

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Profesional?

Segera konsultasi dengan dokter atau konselor laktasi jika:

  • ASI tidak kunjung keluar setelah 4–5 hari
  • Payudara terasa sakit atau bengkak terus-menerus
  • Si Kecil tampak sering lapar, kurang pipis, atau gagal naik berat badan
  • Mamy memiliki kondisi medis yang dapat memengaruhi produksi ASI

 

ASI seret setelah melahirkan adalah kondisi yang umum dan sering kali bisa diatasi dengan langkah sederhana seperti meningkatkan frekuensi menyusui, memperbaiki pelekatan, dan mengelola stres. Bila perlu, dukungan dari tenaga ahli dapat membantu Mamy melalui proses menyusui dengan lebih nyaman dan percaya diri.

 

 

 

Mamy yang baru melahirkan si Kecil juga tak perlu khawatir dan bingung untuk memilih popok terbaik untuk kulit si Kecil baru lahir, karena MamyPoko mempersembahkan perlindungan terbaik untuk kulit bayi baru lahir yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia MamyPoko Royal Soft Organic Cotton Lebih Cepat Kering dan Teruji Klinis 2X Lebih Baik Cegah Iritasi. Sehingga lebih aman untuk kulit si Kecil yang masih sensitif. Dilengkapi juga dengan inovasi baru Soft & Fit. Karet pinggang elastis memeluk lembut pinggang bayi, sehingga pas di badan untuk mengurangi resiko bocor belakang, nyaman dan bebas iritasi

 

Kenapa harus Organic Cotton?

  • Organic Cotton

    Kapas organik yang ditumbuhkan alami bebas kimia, lebih aman lebih lembut lebih ramah di kulit bayi. Kapas Organik bebas kimia ini terjamin keamanannya karena telah bersertifikasi 100% Organik. Lapisan Penyerap Ekstra Lembut MamyPoko Royal Soft yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi, dari 100% organic cotton, sehingga meski bersentuhan dengan kulit bayi Hampir sepanjang hari kulit bayi terlindung dengan lebih aman.

  • Lebih Halus Lembut

    Berdasarkan hasil uji kelembutan di Jepang serat kapas organik berkualitas terbukti lebih halus sehingga permukaan popok organic cotton lebih lembut dibanding dengan popok tanpa organic cotton. Karena bahan yang begitu halus lembut sehingga tidak menimbulkan gesekan di kulit bayi. Meski Bayi bergerak-gerak MamyPoko tetap memeluk kulitnya dengan sangat lembut, sehingga kulit si Kecil tetap terlindungi dari gesekan penyebab kemerahan.

Bagaimana Daya Serapnya?

  • Teknologi Speed Dry

    Berdasarkan hasil uji daya serap dengan kemiringan 45 derajat terbukti MamyPoko Royal Soft Organic Cotton langsung menyerap cepat & Extra Dry. Ketika pipis bayi diserap & kering seketika dengan teknologi Speed Dry, Kulit bayi terlindungi dari bakteri penyebab iritasi.

  • Perlindungan Extra Dry sampai 12 jam 

    Membuat kulit bayi tetap lembut bayi pun tumbuh sehat ceria tanpa terganggu iritasi.

Apakah Sudah Teruji Klinis?

  • Dermatologically Tested

    Berdasarkan hasil uji Dermatologi dibandingkan dengan popok tanpa Kapas Organik TERBUKTI MamyPoko Royal Soft Organic Cotton memiliki permukaan lebih lembut, cepat menyerap & Kering, sehingga 2X LEBIH BAIK MENCEGAH IRITASI di Kulit Bayi. Kualitas yang Teruji Klinis oleh para ahli Kulit memberi jaminan kualitas terbaik perlindungan kulit bayi.

Setelah memahami berbagai bahan popok bayi yang umum digunakan, Mamy dan Papy dapat membuat keputusan yang tepat dan cerdas untuk perawatan terbaik bagi kulit bayi baru lahir. Ingatlah untuk selalu memperhatikan reaksi kulit bayi dan bersiap untuk menyesuaikan pilihan bahan popok sesuai dengan kebutuhan, karena masing-masing bayi akan berbeda.

 

 

Mamypoko Royal Soft Wipes

 

Tissue basah dengan Cotton Lembut Berkualitas Terbaik untuk kulit bayi baru lahir.

30% Lebih tebal, lebih banyak air murni & Lebih Aman non Alkohol.

Membersihkan Selembut Kapas dalam sekali usap.

 

Keunggulan Mamypoko Royal Soft Wipes :

Air Murni

Kandungan Air Murni lebih banyak, rendah bahan kimia, lebih ramah di kulit lembut bayi.

 

Non Alkohol

Lebih Aman di kulit bayi

 

Serat Kapas Lebih Banyak

Tekstur Halus Lembut.

 

Japan Quality

Kualitas terbaik dari Jepang.

 

Varian Mamypoko Royal Soft Wipes : 

Mamypoko Royal Soft Fragrance : 20s, 50s

Mamypoko Royal Soft Non Fragrance : 20s, 50s 

 

 

Semoga info yang Poko bagikan kali ini bisa bermanfaat ya..

Yuk, share ke teman dan keluarga lainnya agar semakin banyak yang mengetahui tentang info ini.

 

• Bila ada topik yang Mamy inginkan untuk diangkat pada artikel MamyPoko yuk inbox usulan Mamy di FB MamyPoko Indonesia atau direct message di IG MamyPokoID

• Jangan lupa untuk bergabung di Pokojang Point Program untuk dapat hadiah sesuai pilihan

update : 30/11/2025

Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy, Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad, harap matikan fungsi Private Browsing. Harap diketahui bahwa membersihkan cookie akan menghapus halaman favorit yang telah didaftarkan.

Share on